• 1

    Aug

    Gaji dan Karir Saya Tidak Naik-naik, So What?

    Secara berkala, saya kadang menerima email dari para pembaca blog ini. Isinya bermacam-macam. Ada yang sekedar ingin menanyakan judul buku manajemen yang paling mutakhir, ada yang minta pendapat mengenai strategi pengembangan SDM, hingga konsultasi minta advis bagaimana caranya membesarkan bisnis. Namun tak jarang saya menerima email yang isinya curhat dan keluhan yang sarat dengan sembilu kegusaran. Isinya terpaku pada sebuah isu klasik : kenapa gaji dan karir saya tidak naik sepesat yang saya harapkan. Seperti minggu lalu, saya menerima sebuah email yang isinya kurang lebih seperti ini : pak, saya sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan ini dan telah memberikan kerja terbaik; namun kenapa gaji yang diberikan perusahaan rasanya tidak sebanding dengan apa yang telah saya kerjakan. Di
  • 1

    Aug

    3 Jawaban Kenapa Karir Anda Mentok

    Aduh, kenapa karir saya ndak naik-naik ya. Saya sudah bertahun-tahun kerja di perusahaan ini, tapi kenapa posisi saya mentok disini saja. Demikian dua contoh kegalauan yang acap dilantunkan oleh para rekan pekerja kantoran. Sebuah kegalauan yang sering dilentingkan dengan nada kepedihan dan sejumput rasa fustrasi yang menggumpal (duh biyung, malang nian nasib sampeyan.). Saya kira ada beragam penjelasan yang bisa dilontarkan untuk menjawab kegundahan itu. Disini kita mencoba untuk membincangkan tiga kemungkinan jawabannya secara ringkas. Baiklah sebelum kita membahasnya, silakan terlebih dahulu menyeruput secangkir kopi hangat yang mungkin sudah terhidang di depan meja kerja Anda.. Jawaban yang pertama simpel dan jelas : you dont deserve to be promoted. Ya, Anda memang tidak layak diprom
  • 1

    Aug

    Opportunity Cost

    Kesalahan Terselubung yang Bisa Menghancurkan Sejarah Hidup Anda Opportunity cost mungkin secara sederhana bisa dipahami seperti ini : kerugian fatal yang terjadi gara-gara kita tidak melakukan sesuatu. Atau juga seperti ini : kerugian masif yang terjadi lantaran kita melakukan sesuatu yang keliru selama bertahun-tahun. Dan kabar muramnya : begitu banyak jalan sukses menjadi lenyap karena kita terpeleset dalam blunder opportunity cost yang masif. Atau kita begitu terlambat menggapai keberhasilan (mungkin setelah mendekati usia pensiun) hanya karena kita tidak sadar dengan jebakan opportunity cost. Di pagi yang cerah ini kita mau mengulik serangan opportunity cost ini. Sebab, kita semua, mungkin hingga hari ini telah lama tenggelam dalam blunder opportunity cost yang melenakan. Sejatinya,
  • 1

    Aug

    100 Langkah untuk Tidak Miskin

    Anda orang idealis dan ingin ikut membantu program pemberantasan kemiskinan di tanah air? Ada satu cara paling jitu yakni : membuat diri Anda sendiri untuk tidak masuk golongan orang miskin. Benar sodara-sodara, jangan sampai kebangkitan kelas menengah Indonesia yang riuh rendah ini meninggalkan Anda jauh di belakang. Jangan sampai lentingan kemakmuran yang terus melaju di negri ini, meninggalkan Anda terpuruk dalam bayang-bayang kemiskinan. Dalam sajin kali ini, saya mau berbagi beragam langkah ampuh yang bisa membuat kita tidak jatuh miskin. Kalau Anda mau miskin, jangan teruskan membaca tulisan ini. Kalau mau makmur, ya monggo. Silakan di-seruput dulu teh hangatnya. Sajian kali ini sejatinya berangkat dari sebuah buku keren berjudul : Untuk Indonesia yang Kuat : 100 Langkah untuk Ti
  • 18

    Feb

    PERINGKAT BANK

    Saling salip posisi 10 besar bank Oleh Nina Dwiantika - Senin, 18 Februari 2013 | 11:03 WIB JAKARTA. Persaingan di industri perbankan hingga akhir tahun lalu berlangsung sengit. Pergeseran posisi di jajaran 10 bank terbesar tak terhindarkan, baik dari sisi aset, simpanan dan kredit. Posisi yang tak berubah hanya di peringkat pertama hingga kelima. Posisi itu berurutan diisi Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI) dan CIMB Niaga. Di peringkat enam hingga 10, posisi Bank Danamon terus menurun. Tiga tahun lalu, bank yang mayoritas sahamnya milik Temasek ini selalu menduduki posisi keenam. Namun, sejak tahun lalu, posisinya tergusur. Dari sisi aset dan kredit, Danamon turun ke peringkat tujuh, tergusur Bank Panin. Sedangkan dari sisi DPK, t

Author

Follow Me