• 30

    Jun

    Menyapa sang Musafir

    Ternyata telah ama sekali sudah gak pernah nulis di blog ini. Jangankan untuk menulis, ditengok pun sudah tak pernah ini blog. Seandainya blog ini sebuah rumah, maka pastilah rumahnya dalam kondisi rusak dan telah dipenuhi oleh rerumputan dan pepohonan tinggi. Sungguh miris nasib blog ini. Padahal banyak hal yang harusnya bisa dituliskan. Bukan untuk dibaca khalayak, namun untuk pengingat diri, bahwa pernah ada peristiwa yang terjadi untuk senantiasa diambil hikmahnya. Menulis juga merupakan sebuah proses untuk memperpanjang “umur” kita, karena tulisan akan tetap ada meskipun si penulis telah lama tiada. Pengalaman memimpin tim di Aceh dan Padang serta beraneka permasalahan yang mengiringinya pastilah merupakan hal menarik untuk dituliskan. Kunjungan ke daerah-daerah baru plus
  • 30

    Jun

    Twitter

    Kawan.. Sudah lama gak nge-blog ternyata bikin kangen juga. Ada banyak macam alasan yang bisa diutarakanuntuk membenarkan kemalasan ini. Yang terlalu sibuk lah, gak punya waktu lah, diganggu anak-anak lah, apalagi saat ini sedang demam piala dunia, maka sempurnalah alasan untuk tidak melakukan postingan. Tetapi ternyata panggilan itu tak bisa dipungkiri. Panggilan untuk menorehkan tulisan di blog tercinta, untuk mengabarkan pada dunia bahwasanya diri ini masih ada dan postingan ini adalah hasilnya. aku hanya ingin mengabarkan bahwa saat ini aku sedang kecanduan terhadap micro blogging yang bernama twitter, mestinya telah lama saya mengetahui situs pertemanan ini, namun tak pernah tergoda hingga bulan lalu, dan ternyata aku jatuh cinta pada nya. Tak seperti FB yang sempat bikin terpesona
  • 24

    Feb

    Blackberry

    Kawan, hari senin kemarin aku dapat kejutan menyenangkan. Kantor tempatku bekerja menghadiahi ku handphone yang -menurut sebagian orang- menjadi penanda kesuksesan.Ya, aku memperoleh handphone Blackberry, yang meskipun “cuma” kelas Gemini, tentunya layak untuk disyukuri. Mengapa hadiah itu diberikan? Begini ceritanya.. Hari senin itu merupakan hari Wisuda program Management Trainee di perusahaanku, dimana yang menjadi peserta terbaik adalah trainee yang aku bimbing. Jujur saja, dia menjadi yang terbaik karena memang dari sananya sudah pintar, jadi aku hanya menjadi semacam zat adiktif untuk keberhasilannya. Tapi itu membawa kebanggaan dan keharuan tersendiri, karenasaat aku menjalani program MT padaperusahaanku terdahulu di tahun 2003 s/d 2004, aku tak berani bermimpiuntuk men
  • 4

    Sep

    Gempa di Lantai 14

    Kawan.. Kali ini aku mau nulis tentang gempa yang terjadi 2 hari yang lalu. Saat itu pukul 3 kurang 5 menit. Di jam-jam segitubiasanyapenyakit kantuk lagisenang-senangnya menghampiri. Tapi hari ituaku sedang banyak pekerjaan yang harus akukerjakan,dan saat seorang rekan sedang berdiri dibelakangku untuk mendiskusikanmasalah pekerjaan, tiba-tiba aku merasa ada yang tidakbiasa sedang terjadi. Badanku terasa terayun, mula-mula perlahan namunterus meningkat menjadi semakin kencang. Reaksi teman-teman dilantaiku juga beragam, ada yang beristigfar, ada yang berteriak mengabari bahwa sedang terjadi gempa, dan ada yang berusaha bersikap tenang menghadapinya. Aku salah satu yang berusaha bersikap tenang, dimana dideretanmeja kerjaku yang diisi 8 orangsatu persatu berhamburankeluar dari gedungmela
  • 1

    Sep

    Buka Puasa yang tak Biasa

    Kawan.. Hariminggu kemarin aku dapat instruksi dari si bos dikantor untuk menghadiri acara buka puasa bersama yang diadakan Big Boss dikediamannya. Sehari sebelumnya sembari aku ngabuburit bareng keluarga, aku coba survei wilayah rumah si Big boss yang terletak di kawasan paling elit di Jakarta, tepatnya di daerah menteng dan gak jauh dari rumah Mbak Mega. Pada hariminggunya, setelah memarkir motor di parkiran Mesjid SundaKelapa, aku menunggu teman kantor yang menjemput, takutnya motor tidak diperbolehkan masuk ke areal acara…:). Ternyata dugaanku tepat, dari sekian banyak mobil yang diparkir memenuhi jalan diseputar lingkungan rumahnya, tak tampak olehku satu pun sepeda motor. Memasuki rumahnya yang megah ibarat aku memasuki istana raja-raja zaman dahulu. Jika aku yang tinggal di
- Next

Author

Follow Me