Seperti menjumput taplak meja

11 Dec 2013

Oleh Budi Gunadi Sadikin

Poin terpenting dalam mengelola sebuah perusahaan adalah sumber daya manusia. Ini poin yang tak bisa ditawar.

Strategi pertama yang harus kita lakukan adalah menjaga garda terdepan yakni rekrutmen. Rekrutmen harus berjalan sesuai dengan tujuan Bank Mandiri yakni masuk menjadi tiga bank dengan market capitalization terbesar di Asean.

Kami harus merekrut orang-orang yang top. Caranya bagaimana? Untuk fresh graduate, seleksi termudah ya cari dari universitas yang memang menjadi incaran banyak orang. Ukuran itu jelas karena yang masuk ke sekolah-sekolah itu adalah orang-orang pilihan.

Dengan cara itu, kami memiliki SDM yang unggul. Ini penting agar kami bisa bersaing dengan bank asing dan bankir asing. Namun, unggul saja tak cukup. Mereka juga harus jujur karena bisnis bank adalah bisnis kepercayaan yang membutuhkan kejujuran.

Cara lain adalah sesuai teori taplak meja. Anda tahu, bagaimana kalau taplak itu kita jumput. Tentu sisi-sisi lain akan mengikutinya. Tidak ada yang tertinggal. Ketika saya menempatkan pemimpin di divisi tertentu dengan performa baik, maka anak buahnya juga akan mengikuti gaya performa atasannya. Ia akan mengajak anak buahnya untuk bekerja sebagus dia, mengikuti irama dia.

Tak hanya itu saja. Keyakinan bahwa SDM adalah kunci keberhasilan bagi perusahaan, tentu kami harus memonitor kinerja mereka. Yang terbaik wajib mendapatkan apresiasi lebih ketimbang yang tidak.

Pemeringkatan menjadi pilihan saya untuk melihat performa mereka. Kami memiliki sistem yang mampu melihat performa mereka. Saya terlibat langsung dalam hal ini. Mereka yang terpilih memiliki kesempatan untuk langsung belajar dengan saya. Day by day dalam periode tertentu, mereka mengikuti kegiatan semua kegiatan saya yang berhubungan dengan urusan pekerjaan.

Dengan cara ini, pimpinan dari yang tertinggi hingga level tertentu memiliki tanggungjawab menjadi mentor bagi generasi selanjutnya agar menjadi yang terbaik.

Saya juga rutin memantau kader-kader terbaik dari hasil pemeringkatan prestasi karyawan lewat media sosial. Banyak orang yang suka menggambarkan suasana hatinya di media sosial. Ini bisa menjadi cara ampuh memonitor mereka. Jika ada kegundahan tentang pekerjaan, kami bisa langsung mengetahuinya. Intinya, kami harus cepat melakukan pembinaan dan menangkap persoalan.

Selain itu, kami juga mulai menyediakan sarana pendidikan bagi karyawan Bank Mandiri. Dengan 55.000 karyawan yang dimiliki, kami akan membangun 18 fasilitas pendidikan yang bernama Mandiri University Campus.

Saat ini, yang di Medan sudah jadi. Di Jakarta akan kita bangun akhir tahun ini di atas tanah 20 hektare di Pesing.

Dengan SDM yang unggul sekaligus jujur, kami bisa melempangkan jalan untuk menuju sasaran kami, masuk tiga bank terbesar di Asean di 2020. Ini tertuang di rencana jangka panjang kami yakni 2015-2020. September lalu, target ini kami susun.

Adapun 2013-2014, saya sejatinya hanya memastikan bahwa rencana yang kami susun empat tahun lalu berjalan sesuai dengan rencana. Tentu saja harus dengan hasil memuaskan.


TAGS


-

Author

Follow Me